Selasa, 30 November 2010

3 Golongan yg paling menyesal di hari Kiamat kelak...

Ada tiga golongan orang yang paling menyesal pada hari kiamat : (1) orang yang memiliki budak ketika di dunia, ternyata pada hari kiamat budak tersebut memiliki prestasi amal yang lebih baik darinya, (2) orang yang mempunyai harta tetapi tidak mau bersedekah dengannya sampai ia meninggal dunia, kemudian harta tersebut diwarisi oleh orang yang memanfaatkan harta tersebut untuk bersedekah di jalan Allah, dan (3) orang yang mempunyai ilmu tetapi ia tidak mau mengambil manfaat dari ilmunya, lalu ilmu tersebut diketahui oleh orang lain yang mampu mengambil manfaat darinya.”
(Sufyan bin ‘Uyainah)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran daripadanya.....Aamiin


from sahabat "Screamo Nugroho" posted in YudiFlasheR Learning Club.

Senin, 29 November 2010

Subhanalloh, Di Usia 13 Tahun Sudah Menjadi Hafizh di Darul Qur’an Mulia

Sungguh nyata dan terbukti mu’jizat Al-Qur’an. Niscaya akan terus terbukti janji Allah yang diulang 3 kali dalam Al-Qur’an surat Al-Qomar ayat; 17, 32, dan 40, yang maknanya “Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk diambil pelajaran (di antaranya kemudahan untuk dihafal), maka adakah orang yang akan mengambil hal tersebut.

Adalah ananda Muhammad Alfath Hibatul Wafi, santri kelas II SMPIT Pesantren Darul Qur’an Mulia (dekat Puspiptek Serpong) yang mengalami betapa Al-Qur’an adalah mu’jizat sepanjang zaman, yang salah satunya adalah Kemudahan Al-Qur’an untuk dihafal. Semua kita niscaya akan mengakui hal itu. Jika seseorang ditanya, “lebih mudah mana menghafal Surat Al-Fatihah atau artinya”? Maka ia cenderung akan menjawab,” jauh lebih mudah menghafal surat Al-Fatihah daripada menghafal artinya”.

Santri kelahiran 18 Maret 1997 berhasil menyelesaikan hafalannya persis pada usianya yang ke-13, tepatnya pada hari Kamis, 18 Maret 2010 jam 19.00 di Masjid Raudhatul Jannah Pesantren Darul Quran Mulia. Setoran 2 halaman terakhirnya pun disimak oleh lebih kurang dari 150 jamaah yang hadir. Selepas setoran terakhir dilanjutkan dengan tasyakuran sederhana akan anugerah besar dari Allah SWT, karena Alfath sekaligus Santri Pertama pesantren DQ yang menyelesaikan hafalannya 30 juz.

Alfath adalah santri yang tergolong sangat semangat menyetorkan hafalan kepada Musyrif Tahfizhnya. Ia sering kali mencuri waktu untuk menyetorkan hafalan di luar waktu tahfizh. Untuk diketahui para santri mengikuti halaqoh tahfizh 3 kali dalam sehari; pertama ba’da sholat Subuh sampai jam 06.15, kedua ba’da sholat Ashar sampai jam 16.30, dan ketiga ba’da sholat Maghrib sampai sholat Isya.

Kualitas hafalan yang dimiliki pun tergolong cukup kuat. Pada acara Islamic Book Fair Maret 2010 lalu, Alfath bersama 2 santri lainnya (M. Luthfi kelas III SMPIT DQ dan M. Saihul Basyir kelas II SMPIT DQ) termasuk yang ikut tampil di Panggung Utama IBF untuk Tanya Jawab Hafalan Al-Qur’an. Saat itu, para hadirin mengajukan pertanyaan juz 1 sampai 15 dengan membacakan potongan ayat yang kemudian mereka melanjutkan hingga beberapa baris berikutnya. Hal ini telah menjadi kebiasaan di DQ, di mana para santri setiap semester diuji hafalannya secara acak di hadapan seluruh santri sesuai dengan jumlah juz yang telah disetorkan. Oleh karena DQ mengharapkan santrinya tidak hanya menyelesaikan setoran hafalan, akan tetapi juga menekankan kelekatan hafalan yang mereka miliki.

Semoga Allah memberkahi kehidupan Alfath dan seluruh santri yang tengah berjuang menghafal Al-Qur’an agar mereka kelak dapat menebarkan manfaat ke tengah-tengah umat jauh lebih baik dari apa yang telah dilakukan saat ini. SELAMAT BERJUANG WAHAI GENERASI QUR’ANI, SEMOGA KITA SEMUA MENJADI KELUARGA ALLAH DENGAN KECINTAAN KITA TERHADAP AL-QUR’AN. Amin…………..

sumber: http://darulquran.sch.id/v2/2010/04/subhanalloh-di-usia-13-tahun-sudah-menjadi-hafizh-di-darul-quran-mulia/

Bergabunglah bersama ± 1200 member SMS TAUSHIYAH

Sahabat dari Aceh, Padang,medan,batam,kalbar,kalteng,kalsel,kaltim,lampung,jabar,jateng,jatim,sulawesi,ambon...telah lama bergabung.kini saatnya anda merasakan manfaatnya...

BARU !!! Program layanan Umat: Sms Taushiyah harian GRATIS dari Yayasan Amal Madani.terbuka untuk kaum muslimin/muslimah,dimanapun berada..., untuk mendaftar, Ketik REG AMF NAMA USIA KOTA kirim ke 08976574743.
Berhenti berlangganan, Ketik UNREG kirim ke 08976574743.

Testimoni,Masukan,saran yang membangun bisa dikirim via sms ke nomor diatas atau dengan memberikan komentar di tulisan ini.

Semoga bermanfaat dan membawa berkah buat semua...
Salam

Penghafal Alquran di Jabar akan Diberi Penghargaan

Senin, 29 November 2010, 17:40 WIB
Smaller Reset Larger

REPUBLIKA.CO.ID,

Penghafal Alquran di Jabar akan Diberi Penghargaan

BANDUNG--Tidak banyak orang-orang yang menghafal Alquran (Hafidz). Meskipun, para penghafal kitab suci itu begitu agung di hadapan Allah, namun hingga saat ini para penghafal itu masih sedikit sekali, baik dalam skala nasional maupun di Jawa Barat sendiri.

Mereka menghafalkan Alquran, tentu saja tidak karena keinginan mendapatkan pemberian atas hafalan mereka. Mereka melakukan itu untuk mendekatkan diri dan sebagai alat mencapai ridha-Nya. Kendati demikian, merupakan sebuah penghargaan besar jika pemerintah dapat meringankan beban hidup mereka.

Tampaknya, beban hidup para penghafal kitab suci (Huffadz al-Qur'an) itu akan lebih ringan di Jawa Barat. Pasalnya Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan merencanakan untuk memberi penghargaan terhadap mereka. Penghargaan itu, bisa merupakan biaya pendidikan hingga beban hidup lainnya.

Bahkan Heryawan mengaku tertarik dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memberikan penghargaan kepada para penghafal kitab sebanyak 30 juz itu. "Saya setuju dengan Jawa Timur," kata Heryawan kepada Republika, Senin (29/11).

Pemprov Jawa Timur sendiri menyediakan bantuan untuk para penghafal al-Qur'an. Bantuan tersebut berupa santunan yang diberikan seperti kepada para guru ngaji. Selain itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyediakan kuliah gratis untuk para penghafal tersebut. "Itu semua untuk memberi penghargaan pada Hafidz," kata Waki Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf beberapa waktu lalu.

Menurut Heryawan, para penghafal tersebut merupakan seorang yang unggul, sehingga sangat perlu diberi penghargaan. "Mereka kan orang-orang yang unggul, sangat mungkin kita memberikan bantuan dan penghargaan," jelasnya.

Dia mencontohkan adanya kemungkinan bahwa para penghafal Al-Qur'an di Jawa Barat saat ini masih sedang duduk di bangku kuliah. Oleh karenanya, mereka juga perlu diringankan biaya perkuliahannya. "Kan mungkin ada yang kuliah di Unpad, ITB, dan seterusnya. Jadi perlu diberi penghargaan," lanjut Heryawan. Selain bantuan dalam bidang pendidikan, ketokohan dan peran sosial mereka juga akan diperhatikan.

Sementara itu, Prof Dr Asep Saiful Muhtadi, Guru Besar Fikom Universitas Padjajaran Bandung, mengapresiasi rencana Gubernur tersebut. Rencana itu, menurunya, seperti gayung bersambut yang sangat positif, dengan kondisi masyarakat Jawa Barat yang sekitar 90 persen muslim. “Memang masalah menghafal Alquran tidak hanya diserahkan kepada umat saja, tetapi pemerintah harus memberikan porsi yang memadai terhadap hal ini,” kata Asep.

Hal itu kata dia, karena keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak kecil di Jawa Barat yang sangat rendah dalam membaca Alquran. Dikatakannya, dari data statistik diketahui bahwa anak-anak usia SD yang sedang belajar membaca Alquran hanya sekitar 10 persen. “Ini kan sungguh menyedihkan,” tandasnya. “Akibatnya, banyak jamaah haji di Jawa Barat yang bisa membaca doa dengan huruf latin.”

Hingga sejauh ini, ia mengaku, masih melihat bahwa perhatian pemerintah untuk memasyarakatkan Alquran masih sangat minim. Pemerintah masih memberikan penghargaan pada para penghafal Alquran yang menjadi pemenang momen-momen tertentu saja. Padahal, mestinya, penghafal itu harus diberi penghargaan dan bahkan diringankan beban hidupnya agar bisa hidup layak.

Dia juga mengaku prihatin dengan adanya penghafal Alquran yang telantar secara ekonomi. “Saya kira mereka adalah orang-orang luar biasa,” paparnya. Penghargaan tersebut, menurutnya, bisa menjadi daya dorong terhadap masyarakat untuk berminat terhadap Alquran. “Saya kira tidak rugi memberikan bantuan pada mereka, sebab mereka juga masih sangat sedikit.”
Red: Krisman Purwoko

Sabtu, 27 November 2010

Menyisipkan Ayat Al-Qur’an di Open Office Writer

Menyisipkan Ayat Al Quran di Open Office Writer
itulah yang terlintas dipikiran saya, saat mencoba menyisipkan tulisan ayat-ayat alqur’an menggunakan open office writer. Waktu jaman menggunakan Office 2003 dari microsoft corporatin, ada software bernama Qur’an in word. Nah di dunia linux ternyata juga ada bernama Qur’an in Open Office, canggih kan? icon biggrin Menyisipkan Ayat Al Quran di Open Office Writer , sebenarnya software ini merupakan extensions pada openoffice.org writer bernama QIOO Qur’an yang berfungsi untuk menyisipkan tulisan Al’Quran.

Okei langsung saja saya berbagi bagaimana caranya menambahkan ekstensi QIOO Qur’an ini pada OpenOffice.org Writer.

* Download dulu aplikasi tersebut di sini atau di repository lokal di sini

* Extract aplikasi tersebut, kemudian install font ScheherazadeRegOT.ttf yang berada pada folder hasil ekstrakan dengan perintah berikut :

$ sudo cp ScheherazadeRegOT.ttf /usr/share/fonts/truetype/openoffice/

$ sudo dpkg-reconfigure fontconfig

* Buka Aplikasi openoffice.org writer anda, kemudian klik Tools, extensions manager, kemudian klik add, cari file QiOO-0.XX.oxt pada folder hasil ekstrakan tadi kemudian klik open, XX adalah versi dari QiOO yang anda download, lebih jelasnya lihat gambar :

Screenshot 9 Menyisipkan Ayat Al Quran di Open Office Writer

Screenshot 10 Menyisipkan Ayat Al Quran di Open Office Writer

* Silahkan restart OpenOffice anda

* Kemudian klik Tools, Option, Language Settings, Langguage, kemudian centang option Enabled for complex text layout (CTL), kemudian klik OK

Screenshot 11 Menyisipkan Ayat Al Quran di Open Office Writer

* Untuk memulai klik menu AlQuran, Choose Surah, kemudian pilih nama surat yang akan disisipkan

Screenshot 12 Menyisipkan Ayat Al Quran di Open Office Writer

* Tampilan insert Quran dalam document openoffice.org writer sebagai berikut

Screenshot 13 Menyisipkan Ayat Al Quran di Open Office Writer

Selamat mencoba

referensi :

http://ugos.ugm.ac.id

http://code.google.com/p/qioo/

http://zekr.org/quran/

sumber: http://numb.web.id/openoffice-org/menyisipkan-ayat-al-quran-di-open-office-writer.html

Jumat, 26 November 2010

Cara Mudah Menjadi Penghapal Quran

Cara mudah menjadi penghapal quran? Muslim yang mukmin pasti ingin mengetahuinya. Tapi sesuatu yg sudah ditakdirkan mudah tuk dihapal, apakah masih memerlukan cara mudah lagi? "Dan sesungguhnya telah kami mudahkan al-Quran untuk peringatan, maka adakah yang mengambil pelajaran?"(al-Qomar: 17, 22, 32, 40)

Yup, al-Quran telah ditakdirkan untuk mudah dihapal. Tak perlulah kita membahas lagi dari segi teknis, seperti banyaknya kata-kata yang diulang dan sebagainya. Rasanya sudah banyak tulisan-tulisan lain yang membahas hal tersebut. Cukuplah firman Allah di atas menjadi rujukan, lalu kita beriman dan kita beramal sesuai keimanan kita tersebut.

Yup, al-Quran telah ditakdirkan untuk mudah dihapal. Oleh karena itu saya hanya akan menceritakan pengalaman sendiri, yang sebenarnya juga masih sangat jauh dari menjadi penghapal quran. Namun tak ada salahnya untuk sedikit berbagi pengalaman untuk saling menyemangati dalam perjalanan menuju kedudukan para penghapal quran.

Baiklah kita langsung masuk ke poin pembicaraan. Berikut ini saya akan mengurut cara-cara menghapal quran yang pernah dipraktekkan.

Pertama, mengulang-ulang membaca ayat/surat yang ingin dihapal. Cara ini bagus untuk menumbuhkan semangat dan kesadaran bahwa menghapal quran itu mudah. Dulu, ketika masih memakai cara ini, saya mengulang-ngulang membaca surat yang ingin dihapal setiap hari 1-2 kali (panjang surat sekitar 1,5 sampai 2 halaman). Biasanya setelah sholat dhuha. Hal tersebut terus dilakukan selama sekitar 25 hari. Pada hari ke-26 surat tersebut mulai dihapalkan ayat per ayat. Dengan menyediakan waktu beberapa menit setiap hari, dalam 2-3 hari surat tersebut bisa dihapal dengan sempurna.

Keuntungan cara ini adalah, ketika mulai menghapal pada hari ke-26, maka terasa sangat mudah menghapalnya. Ini dikarenakan ayat yang ingin dihapal sudah terbiasa dibaca. Perasaan mudah menghapal ini menjadikan kita cepat melaju ke ayat-ayat berikutnya, sampai-sampai hapalan yang dijadwalkan selesai dalam 2-3 hari ingin segera diselesaikan dalam 1 hari. Keuntungan lain dari cara ini yaitu, hapalan lebih sulit untuk hilang, karena sudah terbiasa dibaca sebelumnya. Sebagai catatan saya, cara ini semakin ampuh ketika dipakai untuk menghapalkan surat-surat yang berisi ayat-ayat pendek, seperti al-Mudatstsir, al-Muzammil, al-Qiyamah, sebagian besar surat-surat juz 30, dll.

Adapun cara kedua yang pernah dipakai oleh saya dalam menghapalkan quran dan masih dipakai sampai sekarang adalah, mengahapalkan ayat sambil melihat artinya dan memahami alur cerita ayat/ surat tersebut. Dalam menggunakan cara ini, saya biasanya menyediakan waktu khusus tiap pekan sekitar 1 jam. Dalam waktu 1 jam ini biasanya saya berhasil menghapal 1 halaman. Cara ini rasanya cocok untuk orang yang sudah mulai terbiasa menghapal quran. Dan sebagai catatan saya, cara ini paling ampuh dipakai untuk menghapalkan surat dengan ayat-ayat yang panjang atau agak panjang, seperti al-Baqoroh, al-Ahqof, al-Hadiid, dll.
Oh ya, keuntungan cara ini adalah bertambahnya perbendaharaan kosa kata bahasa arab penghapal, dan penguasaan terhadap ayat-ayat al-Quran yang dihapal (karena mengetahui artinya).

Selain 2 cara di atas, salah satu cara yang juga bagus dipakai dalam menghapal quran adalah mengulang-ulang mendengar bacaan surat yang ingin dihapal. Cara ini secara murni hanya pernah satu kali saya praktekkan. Yaitu ketika menghapal surat as-Sajadah. Itupun mengulang-ulang mendengarnya tidak disengaja, melainkan karena imam mesjid dekat tempat tinggal saya setiap sholat shubuh pada hari jumat selalu membaca surat tersebut. Keuntungan dari cara ini kurang lebih sama dengan keuntungan dari cara pertama di atas.

Demikian 3 cara menghapal quran yang pernah saya praktekkan. Cara-cara ini terkadang saya praktekkan secara murni dan terkadang juga dikombinasikan satu sama lain. Jadi memang tidak perlu saklek.

Selain cara-cara menghapal, berikut ini beberapa tips yang insya Allah dapat membantu kita dalam menghapal quran.

Pertama, sering mendengar tilawah quran dari qori` yang sudah benar bacaannya. Sebaiknya tetapkan satu qori` favorit. Hal ini akan membantu kita dalam menjaga tajwid dan lagu tilawah kita.

Kedua, tetapkan target-target jangka pendek. Dengan memiliki target kita akan terpacu untuk terus istiqomah dalam menghapal.

Ketiga, mulailah menghapal dari ayat yang sering kita dengar atau kita baca. Jika dulu kita sering membaca surat Yasiin, maka mulailah hapalan kita dari surat Yasiin. Maka kita akan merasakan kemudahan menghapal quran sehingga tumbuhlah semangat kita dalam menghapal.

Demikian beberapa cara dan tips dari pengalaman pribadi saya. Saya pribadi masih jauh dari menjadi seorang penghapal quran. Karena itu yang saya tulis di sini bukanlah suatu ajaran bagaimana menghapal quran, tapi lebih pada suatu ajakan untuk bersama dalam barisan orang-orang yang menghapalkan al-quran. Rasanya bagus kalau semakin banyak orang yang menceritakan pengalamannya di sini. Bagaimana kalau anda yang selanjutnya? ;-)

Tokyo 8 Januari 2006,
Alivlam Mymkov Robanun

sumber: http://al-hafizh.com/artikel/08012006.html

Rabu, 17 November 2010

Shaum² Sunnah

puasa puasa sunah

Pertanyaan:

assalamualaikum wr. wb.

ustadz, saya ingin tahu seluruh puasa sunah selama satu tahun beserta dalil
dalilnya. terima kasih.

kurnia

Jawaban:

Assalamu alaikum wr.wb.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.
Saudara Kurnia, puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. di antaranya adalah
sebagai berikut:

1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
Rasulullah saw. bersabda, "Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan
puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh." (HR
Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll).

2. Puasa Nabi Daud.
Nabi saw. bersabda, "Shalat yang paling Allah sukai adalah Shalat Daud. Dan
puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam,
bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Lalu, ia berpuasa satu
hari dan berbuka satu hari." (HR al-Bukhârî).

3. Puasa Hari Asyura dan Tasu'a (10 dan 9 Muharram).
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. ditanya, "Shalat
apa yang paling baik sesudah salat wajib?" beliau menjawab, "Shalat di tengah
malam." Lalu beliau ditanya, "Puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan?"
beliau menjawab, "Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram." (HR Ahmad,
Muslim, dan Abu Daud).
Abu Musa al-Asy'ari berkata, "Hari asyura sangat diagungkan oleh Yahudi dan
mereka menjadikannya sebagai hari raya." Maka, Rasulullah saw. bersabda,
"Berpuasalah kalian pada hari tersebut." (Muttafaq alaih).
Dalam riwayat lain rasulullah saw. bersabda, "Jika aku masih hdiup hingga tahun
depan, aku akan berpuasa hari kesembilannya (pula)." (HR Ahmad dan Muslim).

4. Puasa hari Arafah (9 Dzul hijjjah) bagi yang tidak menunaikan haji.
Nabi saw. bersabda, "Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama dua tahun,
tahun lalu dan tahun yang akan datang. Sementara, puasa hari Asyura menghapus
doosa tahun yang lewat." (HR al-Jamaah kecuali Bukhari dan al-Tirmidzi).

5. Puasa pada bulan Sya'ban
Usamah bin Zaid berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa
pada satu bulan seperti pada bulan Sya'ban." Beliau menjawab, "Ia adalah bulan
yang banyak dilalaikan oleh manusia. yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah
bulan saat amal diangkat menuju Tuhan, karena itu, aku ingin amalku diangkat
dalam keadaan aku berpuasa." (HR Abu Daud dan al-Nasai).

6. Berpuasa pada bulan-bulan haram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan
Rajab).

7. Puasa tiga hari pada setiap bulan qamariyah (13,14,15).
Abu Dzarr al-Ghifari berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk
berpuasa dalam sebulan tiga kali: yaitu tanggal 13, 14, 15. Menurut beliau, ia
seperti puasa setahun." (HR al-Nasai).

8.Puasa Senin Kamis
Nabi saw. biasa melakukan puasa pada hari senin dan kamis. Maka, beliau ditanya
tentang hal itu. Beliau menjawab, "Amal hamba dihamparkan pada hari senin dan
kamis. Aku ingin amalku dihamparkan sementara aku dalam kondisi puasa." (HR Abu
Daud).

Wallahu a'lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

http://syariahonline.com/new_index.php/id/15/cn/20798